Minggu, 28 Juni 2015

Hebat! Seperti Inilah Anak Harapan Desa.




“Generasi muda adalah generasi penerus bangsa”.
Setidaknya kalimat itulah yang sering kita dengar mengenai generasi muda. Ironis jika kelompok generasi muda yang menjadi tumpuan suatu daerah malah cenderung merusak dan mengbaikan kemajuan tempat dia tinggal. Melalui ide itulah, Universitas Negeri Surabaya mengutus mahasiswanya untuk mengabdi dan mengaplikasikan ilmu yang telah mereka dapat, di program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sistematis pelaksanaan KKN tahun ini adalah seluruh mahasiswa yang memprogram mata kuliah KKN di bagi menjadi beberapa kelompok, dimana kelompok tersebut
nantinya ditempatkan di desa desa yang telah di sediakan oleh pihak LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) UNESA. Satu kelompok KKN berisi beberapa pos daya yang memiliki fokus program yang berbeda, seperti pos daya pendidikan, seni budaya, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan hidup. Artikel ini akan sepenuhnya membahas kegiatan kelompok 36 yang dilakukan oleh pos daya pendidikan di desa Kalanganyar. 
      Pos daya pendidikan merupakan cabang dari kelompok 36 yang bertanggung jawab untuk menggali dan memajukan potensi desa Kalanganyar. Oleh karena itu, didapatkanlah ide untuk mengusung lomba bertema pendidikan yang di khususkan untuk anak usia dini. Tujuan utamanya adalah untuk menggali dan mengembangkan potensi besar yang dimiliki anak anak usia dini di desa tersebut. Sempat salah seorang warga desa menanyakan, mengapa anak usia dini yang dijadikan fokus utama dalam kegiatan tersebut. Hal itu dikarenakan potensi anak anak di usia dini sangat dapat dikembangkan demi kemajuan daerah mereka tinggal. Oleh karena itu, program pos daya pendidikan ini di fokuskan di dua hari masa kerja mahasiswa KKN di Kalanganyar, yaitu pada tanggal 24 dan 25 Juni. Terdapat dua jenis lomba berbeda yang di adakan di balai desa Kalanganyar, lomba kolase dan lomba mewarnai.

Lomba kolase merupakan loma pertama yang diadakan pada hari rabu di balai desa setempat. Kolase sendiri merupakan seni menyobek kertas warna yang kemudian hasil sobekan tersebut ditempelkan di atas kertas bergambar. Persiapan lomba ini sendiri tidak memakan waktu yang lama, namun para panitia yang sudah ditunjuk sebagai sie perlengkapan harus sudah mulai mempersiapkan peralatan sejak pukul 7 pagi. Ada pun persiapan yang telah di lakukan oleh para panitia yang harus membuka mata lebih pagi bisa terlihat di gambar di bawah.


 













Para panitia perlengkapan harus menggelar tikar, menyiapkan meja kecil, dan kursi untuk para ibu ibu mengawasi putra putri merekan yang mengikuti lomba. Ketika waktu telah menunjukkan pukul 9, satu per satu ibu datang dengan membawa putra putrinya untuk mengikuti lomba kolase. Tugas saya disini adalah sebagai sie keamanan yang bertanggung jawab atas tertibnya pelaksanaan acara, serta sebagai “penerima tamu” bagi ibu-ibu untuk mengarahkan mereka ke meja registrasi. Salah seorang ibu kemudian bertanya kepada saya,

“Mas, kolase itu apa?”

“Itu bu, kertas warna yang disobek sobek kemudian di tempelkan ke gambar.” jawab saya menjelaskan. 



Pada pukul setengah 10, lomba pun dimulai. Antusiasme sangat telihat dari penuhnya bangku peserta dan kursi untuk para ibu yang telah disediakan. Acara lomba dimulai dengan sapaan hangat dari Dini Ayu, salah satu anggota kelompok 36, sebagai pembawa acara. Caranya membawakan acara cukup mampu menghilangkan kecanggungan di awal acara. Tidak hanya Dini yang berpartisipasi meramaikan lomba pada hari pertama tersebut. Para anggota kelompok 36 yang lain juga turut menyemarakkan lomba dengan menjadi pendamping bagi si kecil dan sebagai penonton pemeriah acara. Keceriaanpun dapat terlihat dari raut wajah para ibu dan peserta lomba yang tampak menikmati lomba bertema pendidikan ini. Waktu pun menunjukkan pukul setengah sebelas, yang berarti para peserta harus mengumpulkan hasil tempel kolase mereka untuk dinilai oleh para juri, yang datangnya dari kalangan mahasiswa KKN sendiri. Namun, urutan juara baru dapat di umumkan pada esok harinya, tepat setelah lomba kedua selesai dilaksanakan. Penutupan lomba hari pertama dilakukan dengan cara memainkan game kecil dan bernyanyi bersama.


 Agenda kedua pos daya pendidikan adalah mengadakan lomba mewarnai yang juga dilakukan di tempat dan jam yang sama. Hari kamis dinilai tepat untuk melakukan agenda kedua ini, karena untuk mempertahankan semangat antusiasme para ibu dan anaknya untuk mengikuti lomba. Seperti halnya di lomba yang pertama, para panitia perlengkapan juga dituntut untuk bangun lebih pagi guna mempersiapkan barang barang yang dibutuhkan untuk lomba. Hal yang berbeda terlihat saat acara lomba yang dimulai pukul 9. Dini ayu yang sebelumnya di percaya menjadi pembawa acara kini digantikan oleh Berlian, yang juga anggota kelompok 36 untuk membawakan acara. Hal lain yang juga terlihat adalah antusiasme para ibu yang juga mulai berkurang karena format acara yang sama, yang menyebabkan para ibu sudah mengantisipasi akan seperti apa lomba mewarnai pada pagi itu. Memang tidak ada yang berbeda dari keseluruhan format lomba pada hari satu dan kedua. Dimana mulai dari jam mulai, tempat acara, juga jenis kegiatan. Namun, kehebohan kembali hidup ketika pengumuman lomba yang akan dibacakan pada pukul 11. Bukannya para peserta yang tampak menunggu hasil lomba yang akan diumumkan, melainkan para ibu yang datang untuk menemani si kecil. Satu per satu juara pun diumumkan, mulai dari juara satu sampai tiga untuk lomba kolase, serta juara satu sampai tiga untuk lomba mewarnai. Sama halnya dengan penutupan pada lomba pertama, lomba kali ini juga di tutup dengan menyanyikan lagu anak bersama.


 Secara keseluruhan, lomba yang diadakan oleh pos daya pendidikan di kelompok 36 ini bisa dibilang cukup sukses, karena tujuan serta keseluruhan acara berjalan dengan baik. Dimulai dari lomba kolase yang mendapat respon sangat baik dari para ibu dan peserta lomba. Lomba mewarnai juga mendapatkan perhatian cukup baik, hanya di beberapa kesempatan saja antusiasme sedikit menurun karena sudah tertebaknya alur acara lomba pada hari itu. Secara garis besar, keberlanjutan kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa KKN ini bergantung pada kemauan warga Kalanganyar untuk menjadikan lomba ini sebagai agenda tiap tahun desa.


ASR.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar